Author: Admin Therichotel.com

Oct16

*BENUO TAKA PRODUCTION*
HONOURLY PRESENT…

“PPU in ART”
PHOTOGRAPH COMPETITION
Saturday-Sunday, 11-12 November 2017

*OPENING by BUPATI PPU Bpk Drs H. YUSRAN ASPAR, M.Si
at 09.00 AM – Finished
@THE RICH HOTEL, LAWE-LAWE

Location for Photo Shoot In Penajam, KALIMANTAN TIMUR :
*TANJUNG JUMLAI
*MANGROVE KAMPUNG BARU
*PENANGKARAN RUSA

IF YOU LOVE PHOTOGRAPHY….Please Come & Join us…
WIN 2 (TWO) PRESTIGIOUS GIFT :

*CASH MONEY Rp.10.000.000 + 1 TROPHY

*GIFT From THE REGENT of PPU for THE BEST PHOTO of PPU at the Past (Maximum the photo in 2010)*

Registration Fee:
Rp. 250.000
INCLUDED :
– T-shirt
– Coffee Break 3x (2 Days)
– Lunch 2x (2 Days)
– Transportation from Hotel to tourism object

Syarat :
The Photographer can use All type/kind of Camera EXCEPT Handphone

For Registration Info :
Sandry : 0813 4888 0158

Oct04

Penajam Paser Utara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur tepatnya di Balikpapan seberang yang berdiri pada tangggal 10 april 2002. Penajam Paser Utara mendapat julukan BENUO TAKA yang artinya kampung halaman kita. kita bisa mengakses lokasi ini dengan menggunakan kapal feri dari Kariangau Balikpapan sekitar 1-2 jam, atau bisa juga menggunakan klotok sekitar 30 menit, atau yang lebih mempersingkat waktu mengunakan speedboat, sekitar 15 menit dari kampung baru Balikpapan- pelabuhan penajam.

Banyak objek wisata menarik dan terbaik yang akan sangat sayang jika terlewatkan saat anda berkunjung ke Penajam, seperti:

  • Wisata hutan pinus desa Sesulu Penajam Paser Utara
  • Taman batu Bukit Sembinai
  • Pohon Aghatis di Penajam Paser (Pohon Terbesar di Indonesia)
  • Air terjun Tembinus
  • Ekowisata mangrove Kampung Baru
  • Pantai Sipakario Nipah-Nipah
  • Pulau Gusung
  • Pantai Tanjung Jumlai
  • Penangkaran Rusa
  • Waduk Waru
  • Waduk Babulu
  • Meriam Peninggalan Jepang
  • Gua Toluliang

Anda tidak perlu khawatir untuk tempat penginapan, karena di Kab. Penajam Paser Utara terdapat beberapa penginapan/hotel dengan berbgai macam kelas. Bagi anda yang ingin menginap di hotel yang dekat dengan pantai tanjung jumlai maka anda dapat memilih tempat penginapan/hotel di sekitar kota petung yang hanya berjarak kurang lebih 2 km dari pantai Tanjung Jumlai. Dan The Rich Hotel adalah salah satu hotel di Penajam Paser Utara yang siap melayani semua tamu dengan pelayanan terbaik. So, kita tunggu kedatangannya di Penajam Paseser Utara. Selamat berwisata

Jul20

Sektor pariwisata menjadi salah satu andalan berbagai daerah untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Di Kabupaten Paser, hal tersebut juga mulai dimaksimalkan. Segala potensi keindahan alam yang memiliki nilai jual objek wisata pun terus dipromosikan. Salah satu keindahan wisata yang tersembunyi adalah Taman Batu Bukit Sembinai. Taman Batu ini berada di Kecamatan Batu Sopang.

Menuju Bukit Sembinai, ini harus menempuh jalur darat dari Tana Paser. Meski jaraknya cukup jauh dari ibu kota Kabupaten Paser dengan jalan berkelok, namun hal itu akan terbayar dengan indahnya hamparan pemandangan kebun sawit dan lereng yang masih “perawan” di sepanjang jalan. Pemandangan ini pun menjadi perjalanan familiar menuju Tana Paser–Batu Kajang yang merupakan ibu kota Kecamatan Batu Sopang.

“Saya sering lewat sini (Batu Sopang), keindahan Taman Batu bagus sekali. Seharusnya pemkab menetapkan sebagai salah objek wisata, dan melakukan pengembangan agar fasilitasnya bisa menambah pemasukan daerah,” ujar salah seorang warga Batu Kajang, Andri Ramadhan kepada Paser Pos, kemarin.

Andri yang pernah menapaki jalur menuju Taman Batu Bukti Sembinai menilai, jalurnya cukup menantang. Katanya, selain hanya melalui jalan setapak sejauh kurang lebih 1,5 kilometer, dia bersama rekan kerjanya saat berlibur juga harus menelusuri tebing di pinggiran Sungai Kasungai yang cukup terjal.

“Lelah tetapi mengasyikkan. Bukit Sembinai masih alami. Potensi kealamian ini yang harus dijaga. Penetapan objek wisata itu salah satu yang bisa membentengi. Jadi, jika ada oknum yang merusak bisa dikenakan sanksi,” ujar pria yang pernah tinggal di Balikpapan ini.

Untuk diketahui, selain Taman Batu, di Bukit Sembinai juga ada gua yang cukup besar. Salah satu gua tersebut diberi nama Haji Saini. Menurut masyarakat setempat, gua tersebut menyimpan cerita tersendiri.

Konon di zaman penjajahan, warga banyak menyimpan harta mereka seperti emas dan uang di gua itu. Hal ini dilakukan agar terhindar dari aksi penjarahan dari penjajah. Kondisi ruangan di dalam gua luas, bahkan tinggi langit-langitnya mencapai 10 hingga 11 meter.

Sebagian ruangan cukup mendapat cahaya dari mulut gua, sedangkan sebagian lagi terlihat gelap karena bentuk ruangan berbelok atau melengkung, sehingga cahaya tidak bisa masuk secara penuh dari mulut gua. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit dari Gua Haji Saini, terlihat hamparan hijau hutan Kecamatan Batu Sopang. Selain itu, kita juga dapat melihat Batu Kajang dari puncak Bukit Sembinai. (*)

Jul20

Pohon Aghatis yang berada di kawasan PT ITCIKU, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur masuk dalam Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai pohon terbesar di Indonesia.

Pohon Agathis yang memiliki diameter kurang lebih tujuh meter itu diperkirakan telah berusia ratusan tahun, dilihat dengan diameternya yang cukup besar dengan batangnya yang kokoh dan menjulang tinggi.

Penyerahan penghargaan itu langsung diberikan oleh Senior Manajer MURI, Paulus Pangka, kepada Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar di kantor bupati setempat, Senin (27/1).

Penghargaan MURI tersebut kata Paulus Pangka, merupakan kali pertama yang diberikan pada ulang tahun ke-26 MURI dan penghargaan diberikan berkaitan dengan lingkungan yang menjadi perhatian dunia.

“Ini adalah penghargaan pertama dan kami bangga karena ini tema lingkungan,” ungkap Paulus Pangka.

Paulus Pangka mengusulkan agar nantinya hutan tersebut, bisa masuk dalam Museum Hutan Tamu Dunia.

“Sehingga nantinya setiap tamu yang datang di Kabupaten Penajam Paser Utara, bisa diberikan pohon untuk ditanam dan atas nama yang bersangkutan,” kata Paulus Pangka.

Sementara, Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar mengaku terharu dengan penghargaan MURI sebagai pohon Agathis terbesar di Indonesia tersebut.

“Penghargaan ini merupakan langkah awal untuk menyelamatkan hutan, khususnya di wilayah Penajam Paser Utara. Sewaktu saya masih kecil, banyak pohon yang masih besar-besar, termasuk sungai yang airnya bisa diminum langsung tetapi sekarang banyak yang sudah banyak tercemar,” ungkap Yusran Aspar.

Yusran Aspar juga mengaku setuju, hutan di sekitar pohon Agathis masuk dalam Museum Hutan Tamu Dunia.

“Nanti kalau ada tamu yang datang di Kabupatan Penajam Paser Utara akan diarahkan untuk bisa menanam pohon,” ujar Yusran Aspar. (*)

Jul20

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan kegiatan ekspedisi destinasi wisata Air Terjun Tembinus di Desa Bumi Harapan Sektor Trunen Kecamatan Sepaku, Kamis (16/02/17) lalu. Kegiatan ekspedisi dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Budpar Tita Deritayati, yang diikuti oleh jajaran Dinas Budpar.

Pada kesempatan tersebut, Tita menyampaikan bahwa ekspedisi yang dilakukan oleh timnya kali ini adalah dalam rangka survey sekaligus melakukan perencanaan kedepan terkait pembangunan fasilitas umum di lokasi wisata tersebut. Menurutnya, pengelolaan sektor pariwisata, khususnya Air Terjun Tembinus ini nantinya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kab. PPU.

Tita menambahkan, lokasi wisata air terjun ini masih berada dalam wilayah Hak Guna Usaha (HGU) PT. ITCI Hutani Manunggal (IHM), yaitu konservasi hutan. Untuk menuju destinasi wisata Air Terjun Tembinus ini, tim dari dinas Budpar didampingi oleh Sekretaris Camat Sepaku Ahmad Bastian dan Kepala Desa Bumi Harapan Gatot Mangun Kusumo beserta karyawan dari PT. IHM sebagai penunjuk arah ke lokasi tersebut.

“Kurang lebih 3 jam perjalanan dari ibu kota kabupaten PPU, tim destinasi tiba di lokasi penggemukan Sapi Trunen, kecamatan Sepaku. Kemudian, tim melanjutkan perjalanan melalui jalan logging yang sangat berdebu sekitar 1 jam, sampai pada titik masuk jalan setapak menuju area air terjun tersebut. Dan, dari titik masuk jalan tersebut, tim dinas budpar memerlukan waktu sekitar 15 menit dengan berjalan kaki sampai di kawasan wisata Air Terjun Tembinus ini”, ujar Tita.

“Rasa lelah untuk menuju kawasan wisata ini seolah terbayarkan dengan pesona indah air terjun tembinus ini. Air terjun dengan tinggi tebing kurang lebih sekitar 70 Meter ini sangat mengesankan, dan sebagian rombongan tim tidak sabar untuk langsung menikmati dinginnya air”, terang Tita.

Selain menikmati keindahan disekitar kawasan wisata tersebut, Tita bersama timnya juga melakukan survey titik koordinat destinasi dan menggali informasi tentang wisata konservasi hutan. Menurut Tita, wisata air terjun ini sangat layak dijadikan Destinasi Wisata Unggulan Daerah. Ia juga berpesan kepada jajaran kecamatan, desa dan karyawan PT. IHM untuk menghimbau kepada para pengunjung yang datang untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kawasan sesuai dengan Sapta Pesona Pariwisata.

“Setelah kurang lebih sekitar 2 jam menikmati keindahan alam, tim destinasi Budpar melakukan persiapan kembali ke Kantor, dan saya menghimbau kepada seluruh tim agar melakukan kerja bakti dan tidak meninggalkan sampah dilokasi air terjun tembinus ini”, tutup Tita. (*)

Jul20

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, membuat peraturan bupati untuk pengelolaan ekowisata hutan bakau di Kelurahan Kampung Baru.
“Peraturan bupati dibuat agar dapat menarik tarif pengunjung, parkir, dan sebagainya di objek wisata hutan mangrove itu,” kata Kepala Bagian Budaya dan Wisata Dinas Perhubungan, Kebudayaan, Pariwisata, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Penajam Paser Utara Darmawan di Penajam, Selasa.
Dia menjelaskan ekowisata yang belum diresmikan tersebut menjadi tujuan wisata atau destinasi baru di Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Belum diresmikan saja, objek wisata hutan bakau itu selalu ramai pengunjung, terutama pada hari libur,” katanya.
Selain menikmati keindahan hutan bakau yang masih alami, pengunjung juga dapat melihat kera ekor hitam, bekantan, berbagai jenis burung dan kepiting serta biota alam lainnya di objek wista hutan mangrove itu.
Pengunjung yang datang ke objek wisata hutan mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam tersebut, bukan hanya dari Kabupaten Penajam Paser Utara, namun juga dari daerah lain.
“Pada hari libur, ekowisata bakau itu ramai dikunjungi, pengunjung yang datang ada yang berasal dari Kabupaten Paser dan Kota Balikpapan,” ujar Darmawan.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara optimsitis objek wisata hutan bakau tersebut menjadi pendorong bagi pengembangan sektor wisata lainnya di daerah setempat.
Pembangunan ekowisata hutan bakau itu, katanya, belum selesai dan diharapkan pada 2017 pengerjaan fisik dan payung hukum rampung, sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Penajam Paser Utara dari sektor pariwisata.
“Saat ini baru terbangun jembatan sepanjang 400 meter yang melintasi hutan bakau, dua gazebo, dan dua menara,” ucapnya.
Wisata hutan mangrove seluas satu hektare itu akan dilengkapi dengan gerbang utama, kantor pengelola, plaza dan pujasera, toko suvenir, serta area permainan dan perkemahan.
Selain itu, penginapan, restoran terapung, anjungan pandang kawasan hutan bakau dan satwa liar yang dilindungi, tempat pembuangan sampah serta lahan parkir untuk motor, mobil, hingga bus. (*)

Jul14

1. Pantai Sipakario Nipah-Nipah

Pantai Sipakario Nipah-Nipah terletak di Kilometer 6 Kelurahan Nipah-Nipah Jalan Poros Penajam dan di tepi jalan Coatal Road. Lokasinya yang sangat strategis, menjadikan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menetapkan pantai ini sebagai salah satu obyek wisata andalan.

Selain karena pasir putih, Panyai Nipah-Nipah tepat berada di teluk Balikpapan hingga menjadikan wisatawan dapat melihat gemerlap lampu-lampu Kota Balikpapan pada malam hari. Dengan menggunakan angkutan umum. Pantai Nipah-Nipah dapat dikunjungi dengan waktu tempuh kurang lebih 10 menit dari dermaga Penajam Paser Utara.

Pagelaran hiburan rakyat berupa pagelaran seni budaya, Festival Layang- laying serta Festival Miniatur Perahu Layar dalah kegiatan rutin tahunan yang diadakan di Pantai Nipah-Nipah setiap hari libur setelah perayaan Idul Fitri. Pada tahun 2006, di pantai ini tercata pada Museum Rekor Indonesia (MURI) kategori “Minum Air Kelapa Terbanyak”.

2. Pulau Gusung

Areal Terumbu Karang (Coral Reef) berada di sekililing empat Gugusan Pasir yang muncul ketika air laut surut, terletak di wilayah perairan pantai Tanjung Jumlai. Dapat ditempuh dengan menggunakan Speedboat dengan waktu kurang lebih 30 menit dan perahu motor (kelotok) sekitar satu jam.

Disekitar gugusan pasir gusung ini ditemukan 56 jenis karang dan 47 jenis ikan, baik ikan hias maupun ikan konsumsi. Dari beberapa jenis ikan itu, terdapat ikan dengan nilai ekonomis tinggi dan dapat dibudidayakan untuk memperkuat ekonomis tinggi dan dapat dibudidayakan untuk memperkuat ekonomi masyrakat setempat, yaitu ikan baronang, kerapu dan kakap. Juga terdapat salah satu jenis ikan langka dan dilindungi, yakni ikan Napoleon. Menariknya, sekitar 80 persen kurang yang ada adalah karang hidup yang jarang.

3. Pantai Tanjung Jumlai

Satu lagi kawasan yang menjadi ikon Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) adalah Pantai Tanjung Jumlai. Pantai Tanjung Jumlai mempunyai lebar 100 sampai 150 meter dengan bentangan gari pantai sepanjang 15 kilometer membujur dari Kelurahan Tanjung Tengah, Saloloang, Kampung Baru dan Pejala, Kecamatn Penajam.

Kawasan pantai ini terkenal karena eksotis panoramanya, yang didukung pasir kwarsa kasar yang ada di kawasan itu, sehingga dasar laut dapat terlihat jelas. Bahkan ahli geologi laut dari sebuah Yayasan Pesisir yang pernah menangani kawasan ini menyebutkan, keindahannya sangat jarang ditemui di pantai lain di wilayah perairan Indonesia. Dikawasan ini juga tersedia beberapa hectare arealnya sebagai tempat hiking (Perkemahan) dengan panorama alam lautnya. Perahu masyarakat juga bias disewa untuk melakukan perjalanan ke Gugusan Pasir Gusung, menyusuri kawasan Pantai Tanjung Jumlai.

4. Penangkaran Rusa

Penangkaran rusa berada di desa Api-Api Kecamatan Waru. Lokasi Taman Wisata Penangakaran Rusa hanya berjarak sekitar 32 kilometer atau sekitar 32 kilometer atau sekitar setengah jam perjalanan darat dari Ibukota Penajam Paser Utara kea rah Tanah Grogot. Ada ratusan ekor rusa dari jenis Rusa Sambar (Cervus Unicolor Brokei) dan Rusa Timor (Cervus Timorensis).

Untuk areal penangkaran, saat ini sudah dipagar seluas 50 hektare, berupa pagar dalam yang berbentuk paddock. Dengan lahan cadangan seluas 1000 hektare.

Selain dagang rusa mempunyai nilai ekonomis tinggi, hasil lain seperti tanduk, testis, ekor dan lain-lain dapat juga digunakan sebagai bahan obat tradisional China.

Fasilitas lain dari Taman Wisata Penangkaran Rusa dalah meeting room, guest house, musholla, gazebo, dan laboratorium. Selain sebagai tempat penangkaran rusa, di taman wisata ini juga memproduksi velvet tanduk rusa muda sebagai suplemen kesehatan.

5. Waduk Waru

Waduk Waru terletak di Desa Mata Air Kecamatan Waru, memiliki luas areal kurang lebih 10 hektare. Dengan jarak 35 kilometer dari dermaga Penajam. Selain kawasan obyek wisata, Waduk Waru dijadikan sebagai Bumi Perkemahandan Pemancingan dan memiliki funsi utama sebagai pengairan areal persawahan.

6. Waduk Babulu

Sedangkan Waduk Babulu terletak di Desa Babulu Darat Kecamatan Babulu dengan luas sekitar 5 hektare. Waduk ini terletak di pinggir poros jalan menuju kea rah Kabupaten paser dengan jarak sekitar 40 KM dari dermaga Penajam.

Dengan diapit dua bukit, yakni Bukit Gunung Intan dan Bukit Sungai Baru. Waduk ini selain sebagai area pemancingan juga memiliki fungsi utama sebagai pengairan areal persawahan sekitar.

7. Meriam Peninggalan Jepang

Obyek wisata ini merupakan peninggalan bersejarah pada masa penjajahan Jepang, di Kabupaten Penajam Paser Utara khususnya di Kelurahan Gunung steleng, yang berupa benda peninggalan sejarah yaitu meriam yang dipergunakan sebagai alat pertempuran pada masa penjajahan Jepang.

8. Gua Kembar

Obyek wisata ini terletak di Desa Wonosari Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara. Obyek wisata “Gua Kembar” ini terdiri dari dua goa besar yang berdampingan yaitu “Goa Batu dan Goa Air”. Goa ini merupakan obyek wisata yang sering dijadikan oleh masyarakat luar sebagai sarana wisata spiritual dan sering pula digunakan oleh remaja pencinta alam sebagai camping gound atau wisata adventure.

Selain itu juga dibagian bawah terdapat “Goa Air” yang airnya tidak pernah kering walaupun di musim kemarau. Menurut masyarakat setempat air di goa tersebut dapat mengalir sampai laut. (*)

Jul14

Taman Wisata Penangkaran Rusa merupakan salah satu tujuan pariwisata berwawasan lingkungan yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara. Taman ini terletak di Desa Api-api, Kecamatan Waru, Penajam atau tepatnya terletak di Jl. Propinsi kilometer 32 Penajam Paser Utara. Butuh kurang lebih 45 menit untuk mencapai kawasan taman wisata ini jika ditempuh dengan menggunakan mobil dari Pelabuhan Penajam. Kawasan yang mudah dijangkau serta tempat yang nyaman dan dekat dengan alam membuat Taman Wisata Penangkaran Rusa menjadi salah satu tujuan pariwisata yang terkenal dan banyak dikunjungi di kabupaten termuda di Kalimantan Timur ini.

Di dalam Taman Wisata Penangkaran Rusa terdapat beberapa jenis hewan seperti Rusa Sambar (Cervus Unicolor Brookei) dengan jumlah 136 ekor, kambing dengan jumlah 35 ekor, sapi jantan dengan jumlah 15 ekor, sapi betina dengan jumlah 25 ekor, dan ayam buras serta ayam kampung yang totalnya berjumlah 600 ekor. Mengingat cukup banyaknya jenis hewan yang terdapat di taman wisata ini didukung juga oleh daya dukung lingkungan seluas 50 Ha untuk kawasan yang sudah terpagar, ditambah dengan kawasan yang dicadangkan oleh pemerintah provinsi yaitu seluas 1.000 Ha.

Kawasan taman wisata ini terletak pada ketinggian 5 hingga 80 meter di atas permukaan laut dengan keadaan topografi yang berbukit-bukit. Kondisi kawasan ini membuat Taman Wisata Penangkaran Rusa menjadi tempat yang tepat untuk menghabiskan waktu sambil melihat pemandangan bukit-bukit hijau yang luas. Didukung oleh fasilitas yang ada berupa gazebo serta guest house yang dapat digunakan.

Latar belakang dari pembuatan salah satu objek pariwisata di Penajam Paser Utara ini karena banyaknya pemburuan liar terhadap rusa oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Selain itu banyaknya eksploitasi hutan besar-besaran yang terjadi di Penajam Paser Utara berdampak pada terancamnya kehidupan fauna serta flora di hutan Penajam, salah satunya yaitu Rusa Sambar khas Kalimantan ini. Untuk melindungi rusa yang berpotensi menjadi fauna langka ini maka dibuatlah Taman Wisata Penangkaran Rusa di Desa Api-api, Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara.

Menurut Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, ternak rusa merupakan salah satu kegiatan berpotensi tinggi dan memiliki prospek yang menarik untuk dikembangkan sebagai komoditi unggulan baru di Kabupaten Penajam Paser Utara. Kemudian ternak rusa ini akan dikembangkan ke arah agribisnis dan agroindustri serta pengembangan agrowisata oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara. Sehingga penangkaran rusa tersebut dapat menjadi Taman Wisata Penangkaran Rusa yang menjadi objek pariwisata menarik di Penajam.

Spesies yang menjadi daya tarik utama dari taman wisata ini, yaitu Rusa Sambar, memiliki banyak manfaat. Mulai dari daging rusa yang berpotensi besar untuk dipasarkan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Daging rusa yang laku di pasaran diketahui memiliki kadar lemak yang rendah dan rasa yang khas dan dipercaya dapat meningkatkan stamina serta kesehatan. Selain dagingnya yang memiliki banyak manfaat, bagian tubuh lain dari rusa juga memiliki manfaat mulai dari tanduk, testis, ekor, dan anggota tubuh lainnya yang dapat diolah menjadi obat-obatan yang laku dipasaran.

Rusa jantan umumnya memiliki tanduk yang dalam istilah biologi disebut dengan ranggah. Pada dasarnya, tanduk rusa berbeda dengan tanduk-tanduk hewan lainnya karena ranggah—tanduk rusa—akan mengeras seperti tulang setiap tahunnya kemudian akan lepas dengan sendirinya. Namun kita tidak dapat melihat rusa beranggah di Taman Wisata Penangkaran Rusa ini karena ketika ranggah rusa telah memasuki usia dua bulan, ranggah tersebut akan dipotong dan dijadikan serbuk dan selanjutnya akan dimasukkan ke dalam kapsul sehingga menjadi obat tradisional. Diketahui bahwa khasiat ranggah rusa ini telah dikembangkan di Negara Tetangga, yaitu Malaysia. Sedangkan di Indonesia rusa beranggah dengan potensi dapat dijadikan obat hanya ada di Penajam Paser Utara ini.

Kapsul berisi serbuk yang berasal dari ranggah rusa tadi telah banyak didistribusikan ke berbagai wilayah di kota-kota besar di Indonesia, bahkan pendistribusian obat ini telah sampai ke luar negeri. Negara Asia yang terkenal paling gemar mengkonsumsi obat dari ranggah rusa ini adalah Korea. Harga pasar dari obat ranggah rusa ini cukup terjangkau, bisa didapatkan dengan harga Rp 100.000,00 untuk 30 kapsul serbuk ranggah rusa.

Taman Wisata Penangkaran Rusa menjadi salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi bersama keluarga ketika berkunjung ke Penajam. Selain dapat belajar banyak mengenai rusa khas Kalimantan Timur, pengunjung juga dapat melihat pemandangan yang indah karena taman yang berada di atas bukit ini. Suasana yang sejuk dan dilengkapi dengan gazebo yang dapat digunakan untuk piknik bersama keluarga juga menjadi daya tarik dari taman wisata ini. Untuk dapat masuk ke taman wisata ini, pengunjung tidak dikenai biaya apapun atau gratis. Selain sebagai tempat piknik bersama keluarga, taman ini juga dapat dijadikan sebagai wahana outbond mengingat kawasan yang luas dan didukung oleh pohon-pohon besar yang rindang. (*)